Tag Archives: Trinity Optima Production

Ungu “Tanpa Hadirmu”

UNGUTrinity Optima Production – Setelah ditinggal oleh Vokalis mereke Pasyah Ungu yang beralih provesi menjadi Pejabat Publik, bayank orang yang bertanya tanya, bagai mana nasib Groub Band Ungi ini nantinya, namun semua pertanyaan itu terhapuslan setelah dirilisnya Single yang satu ini,  “Tanpa Hadirmu”.

UNGU adalah sebuah nama besar. Dalam 20 tahun berkarya, UNGU merupakan salah satu grup band terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Seperti namanya, UNGU sudah mewarnai musik Indonesia dengan lagu-lagu hitsnya sejak tahun 1996. Sebut saja seperti lagu Bayang Semu, Demi Waktu, Tercipta Untukku, Kekasih Gelapku, Hampa Hatiku, Dirimu Satu, Terbaik, Aku Tahu, Andai Aku Bisa dan masik banyak lagi, membawa band UNGU pada puncak popularitas.

Sudah 12 karya album yang dibuat UNGU termasuk album religi dan single religi legendaris dengan title “Andai Ku Tahu”. Berbagai prestasi dan penghargaan pun sudah dicapai hingga berhasil membawa nama band UNGU bertengger di band papan atas tanah air. Bahkan di 2 tahun terakhir saat isu bubar mulai mendera UNGU, band ini mampu bertahan dan tak berhenti menciptakan karya dengan merilis album ‘Mozaik’.

Kini di masa karier 2 dekade, UNGU akhirnya menjawab rasa penasaran dan tanda tanya besar banyak orang tentang kemana arah UNGU selanjutnya. Sebuah keputusan berat, akhirnya diambil oleh Enda, Oncy, Makki dan Rowman bahwa UNGU harus terus berjalan dengan melepas sementara sang vokalis, Pasha, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah.

Ditengah kesedihan para Cliquers (sebutan fans UNGU) atas keputusan UNGU, single “Tanpa Hadirmu” hadir sebagai single pertama UNGU tanpa kehadiran Pasha. “Di lagu ini, saya dan Oncy yang jadi vokalis. Kedepannya juga akan seperti itu”, ucap Enda. Lagu yang diciptakan oleh Oncy ini menceritakan tentang kesedihan dan rasa kecewa seseorang karena sebuah perpisahan. “Lagu ini mewakili perasaan seseorang yang benar-benar suka pada pasangannnya. Namun karena kehadiran pihak ketiga, akhirnya harus berpisah”, jelas Oncy.

Untuk proses penggarapan lagu ini tidak memakan waktu yang lama, UNGU dibantu banyak musisi seperti Andi Jibron, Irvan Nat dan Khrisna J. Sadrach. “Dari menulis lirik sampai guide kasar lagu ini hanya sekitar 2 jam. Yang cukup lama justru di aransemen, sekitar 5 hari sampai dapat aransemen lagunya yang terbilang layak record. Dan proses rekamannya sendiri cuma memakan waktu 2 hari“, ujar Oncy.

Ketidak hadiran Pasha di tubuh UNGU, rupanya tidak menghentikan langkah UNGU untuk terus menciptakan karya terbaik mereka untuk musik Indonesia. UNGU bahkan sedang menyiapkan album terbaru mereka. “Kami akan menjalani UNGU ber-4. Kami merelakan Pasha untuk menjalankan tugasnya dengan baik, untuk waktu yang belum ditentukan. Dan kami mendukung itu. Bagi kami, posisi Pasha di UNGU tak akan tergantikan. Walaupun begitu, kami akan terus menciptakan karya-karya kami. Kami juga berencana akan merilis album terbaru, semoga bisa diterima oleh masyarakat banyak, khususnya para Cliquers. Untuk itu, kami mohon support-nya terus buat UNGU”, tutur Enda tentang harapannya terhadap UNGU.

UNGU – Kau Anggap Apa

Arransemen musiknya sangat mellow, dan di bagian awal justru bukan gebukan drum yang terdengar mendominasi bersama denting piano, melainkan perkusi. Dengan Single Terbarunya UNGU “Kau Angap Apa” menyampaikan kisah percintaan yang menyakitkan bagi salah satu pihak. lagu ini merupakan suatu “Rasa Baru” dari UNGU.

Oncy sebagai pencipta lagu mengungkapkan lagu “Kau Anggap Apa” ini menggambarkan kesedihanseseorang saat dikhianati kekasihnya. Terus menerus disakiti dan akhirnya memutuskan untuk pergi. Kisah lagu ini bukan dari pengalaman pribadi melainkan dari curhatan teman. Siapa? rahasia”.  Dan Lagu “Kau Anggap Apa” merupakan single ketiga dari album ke 12 dari UNGU yang Berjudul “Timeless”. (Aris)

KAU ANGGAP APA

Sulit tuk ku mengerti jalan pikiranmu
Setengah hatiku terluka senangkah hatimu
Ku akan pergi, kau tak menginginkan ku
Kau lukai kebanggaanku, perasaanku
Dengan sadar menyakitiku

Ku takkan pergi bila kau anggap aku ada
Hanya mencintamu pun aku bisa
Takkan ku sesali hidup tanpamu  aku bisa
Akan hanya cinta yang ku bawa pulang

Sulitnya tuk pungkiri hati yang terbagi
Sepenuh hatiku memujamu, kau anggap apa
Ku akan pergi, kau tak menginginkan ku
Ku tak ada di hatimu lagi, khianatiku
Dengan sadar menyakitiku