|
Swara Plus -
Lifestyles
|
|
Thursday, 18 March 2010 13:41 |
|
Sudah pernah dengar istilah paper toys? Apa yang ada dalam pikiran kamu saat mendengar kata paper toys? Yeah, pastinya imajinasi kita akan digiring ke sebuah gambaran tentang mainan-mainan lucu yang terbuat dari kertas. Tapi jangan salah, mainan dari kertas ini tak hanya berupa bentuk-bentuk sederhana dengan bentuk tiga dimensi standar seperti kubus ataupun prisma. Saking detil dan njelimet-nya, paper toys bisa berupa vespa lengkap dengan helm dan pengendaranya serta berbagai bentuk robot dalam film TRANSFORMERS.
Peralatan pertama yang harus ada untuk membuat paper toys tentu saja adalah kertas. Untuk menciptakan atau mengkreasikan bentuk-bentuk mainan, kertas yang digunakan bisa dari bermacam jenis. Bahkan, untuk belajar dan melatih kerajinan tangan, kertas tipis HVS biasa sudah bisa dijadikan media. Namun, jika kamu ingin paper toys milikmu lebih awet dan tampak lebih menawan, biasanya kertas yang digunakan adalah kertas AP 245 gram atau kertas glossy yang biasa dipakai untuk mencetak foto. Dengan ketebalan kertas seperti ini, paper toys kita tidak akan mudah penyok dan tampak lebih hidup dengan kesan mengkilapnya.
|
|
|
Swara Plus -
Lifestyles
|
|
Wednesday, 17 March 2010 17:43 |
|
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa siapa saja yang menjadi fans atau follower dari sebuah brand di Facebook atau Twitter, ternyata secara signifikan dan lebih besar kemungkinannya untuk membeli produk dan jasa dari brand tersebut atau sekedar merekomendasikan brand itu ke teman-temannya.
Secara khusus, penelitian dari Chadwick Martin Bailey and iModerate Research Technologies menemukan bahwa 67% konsumen lebih cenderung membeli dari suatu brand yang mereka ikuti di Twiitter, dan 51% lebih mungkin membeli brand dari yang mereka ikuti di Facebook (Facebook). Selain itu, 79% lebih mungkin untuk merekomendasikan twitter tersebut kepada temannya, dan 60% lebih mungkin untuk melakukan hal yang sama di Facebook.

|
|
Last Updated on Friday, 19 March 2010 12:02 |
|
Swara Plus -
Lain-lain
|
|
Tuesday, 02 March 2010 14:54 |
|
Dalam pertemana cobalah kalian perhatikan. ketika kalian mempunyai tiga orang teman sejoli yang selalu bersama atau 4 sekawan, 5 sekawan dan sebagainya. pernahkah kalian lihat sosok dan peranan mereka dalam pertemnan itu.untuk kalian yang memiliki teman yang akan selalu ada ketika kalian sedih mendengarkan kalian ketika kalian butuh dan meninggalkan kalian begitu saja. Tapi mereka ada untuk kalian selalu dan tak akan pernah hilang. Pernah terlihat ketika kalian mempunyai 3 orang teman termasuk kalian sendiri. coba kalian perhatikan bahwa didalam hubungan pertemanan itu memiliki peranan dan memerankan dirinya dalam pertemanan itu pastinya jika kalian memiliki 3 sekawan maka didalamnya akan ada yang bersikap sebagai :
1. Pemimpin : Kalian akan menjadikannya menjadi pemimpin dalam pertemanan kalian dan dia akan menjadi sosok yang akan kalian cari untuk mengambil keputusan karna sikap tegas yang dia miliki
2. Penyeimbang : seorang pemimpin akan butuh penyeimbang dalam pembuat keputusan jadi dia akan menjadi sesorang yang akan menjadi pendamping sey pemimpin ketika dia mulai ragu dan penyeimbang ini akan menyeimbangkan sikap tegas pemimpin itu sendiri
|
|
Last Updated on Sunday, 21 March 2010 20:35 |
|
Swara Plus -
Psikologi
|
|
Saturday, 27 February 2010 07:28 |
|
Seringkali kita menyebut seseorang yang pandai menulis atau berhasil membuahkan hasil karya seni lukis, sebagai seorang yang kreatif. Namun sebenarnya, yang disebut kreatifitas sejati, lebih baik dari apa yang dapat kita definisikan. Pada dasarnya, kreatifitas tak hanya dapat dilihat dari inovasi yang diciptakan oleh seorang penemu yang giat menciptakan hal-hal baru. Bahkan, kemampun mengatur waktu bagi seorang ibu yang memiliki tiga anak, juga dapat disebut kreatifitas. Jadi, sebenarnya kita semua dapat jadi seorang yang kreatif asalkan tidak menutup pintu kreatifitas kita sendiri. Berikut kami sampaikan lima langkah agar kita dapat membuahkan kreatifitas.
Langkah Pertama – Buat pilihan untuk jadi kreatif. Pertama, Anda harus menghapus pandangan tentang kretaif yang telah tertanam dalam kepala Anda, sebab, kalau masih memikirkan kreatif dalam artian sempit, akan sulit bagi Anda untuk membuka pintu kretifitas. Bangun tekad dalam pilihan Anda ini dan petakan definisi kreatif dari diri Anda sendiri, sertai pula dengan semua kriterianya guna mempermudah pencapaian. Ekspresikan kreatifitas Anda dalam salah satu saluran tradisional (seni, musik , puisi dsb), atau lebih bagus lagi jika Anda menemukan cara baru Anda sendiri.
|
|
Last Updated on Saturday, 27 February 2010 07:39 |
|
Swara Plus -
Psikologi
|
|
Friday, 26 February 2010 08:47 |
|
Dikehidupan, ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, baik hambatan dalam keluarga, diri sendiri, lingkungan atau hambatan lain yang berada disekitar kita. Diantara semua hambatan tersebut ada 7 yang harus kita kenali lalu kita ambil strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya kreatifitas kita.
Hambatan 1: Rasa Takut, Rasa Takut banyak ragamnya, takut akan kegagalan, takut karena kesalahan, takut dimarahi atau dihukum, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berfikir kreatif. "Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden"
Hambatan 2: Rasa Puas, Yang menjadi hambatan ternyata bukan hanya berasal dari masalah saja, kepuasan, kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru.
|
|
Last Updated on Friday, 26 February 2010 10:03 |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
|
Page 2 of 6 |