|
Swara Plus -
Psikologi
|
|
Friday, 26 February 2010 08:47 |
|
Dikehidupan, ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, baik hambatan dalam keluarga, diri sendiri, lingkungan atau hambatan lain yang berada disekitar kita. Diantara semua hambatan tersebut ada 7 yang harus kita kenali lalu kita ambil strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya kreatifitas kita.
Hambatan 1: Rasa Takut, Rasa Takut banyak ragamnya, takut akan kegagalan, takut karena kesalahan, takut dimarahi atau dihukum, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berfikir kreatif. "Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden"
Hambatan 2: Rasa Puas, Yang menjadi hambatan ternyata bukan hanya berasal dari masalah saja, kepuasan, kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru.
|
|
Last Updated on Friday, 26 February 2010 10:03 |
|
|
Swara Plus -
Psikologi
|
|
Sunday, 07 February 2010 12:42 |
|
Berfikir kritis adalah suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi untuk membuat sebuah penilaian atau keputusan berdasarkan kemampuan, menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman. ( Pery & Potter,2005).
Supaya bisa berfikir secara kritis melibatkan suatu rangkaian yang terintegrasi tentang kemampuan dan sikap berfikir, berfikir secara aktif dengan menggunakan intelegensia, pengetahuan, dan ketrampilan diri untuk menjawab pertanyaan, dengan cermat menggali situasi dengan cara mengajukan pertanyaan dan menjawab dengan relevan, berfikir untuk diri sendiri dan secara cermat menelaah berbagai ide dan mencapai kesimpulan yang berguna, mendiskusikan ide kedalam suatu cara yang terorganisasi untuk pertukaran dan menggali ide dengan orang lain.
|
|
Last Updated on Sunday, 07 February 2010 12:57 |
|
Swara Plus -
Lifestyles
|
|
Tuesday, 29 December 2009 21:31 |
|
Seberapa Disiplinkah Anda ??? - Bicara masalah disiplin, sebagian orang akan mengatakan bahwa ini adalah perkara gampang, apalagi mendisiplinkan orang lain. Namun, apakah segampang itu anda disiplin pada diri sendiri? Coba ingat baik-baik, berapa kali anda tidak datang ke gym atau sesering apa anda terlambat menemui klien anda? Jangan terlalu menyepelekan perilaku anda yang satu ini, apalagi membanggakannya. Sama sekali tidak ada hal baik yang anda dapatkan, malah mungkin anda bakal kehilangan pekerjaan.
Jangan pernah mengabaikan hal sekecil apapun, misalnya anda selesai membaca buku atau majalah, segera kembalikan lagi ke tempatnya semula. Jangan sekali-kali anda meletakkannya di tempat yang bukan semestinya untuk buku, di meja makan misalnya dengan pertimbangan sebagai tempat sementara. Tanpa ada sadari, dua hari kemudian 'tempat sementara' anda berubah menjadi tempat permanen dengan tumpukan beberapa buku, majalah bahkan koran anda. Alhasil, anda butuh waktu lebih banyak untuk merapikannya kembali.
|
|
Swara Plus -
Psikologi
|
|
Tuesday, 29 December 2009 12:51 |
|
Efek Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental - Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.
Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.
|
|
Last Updated on Tuesday, 29 December 2009 21:25 |
|
Swara Plus -
Pendidikan
|
|
Monday, 28 December 2009 03:31 |
|
Kesulitan Menulis Skripsi - Masalah diatas mungkin mewakili ribuan mahasiswa yang memiliki kesulitan dalam penyusunan skripsi mereka. Kesulitan lain yang seringkali dialami diantaranya kesulitan mencari judul untuk skripsi, kesulitan mencari literatur dan bahan bacaan, dana yang terbatas, atau takut menemui dosen pembimbing. Kesulitan–kesulitan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan: stress, rendah diri, frustrasi, kehilangan motivasi, menunda penyusunan skripsi dan bahkan ada yang memutuskan untuk tidak menyelesaikan skripsinya. Kondisi ini banyak menimpa mahasiswa di semua fakultas dan jurusan, termasuk mahasiswa fakultas Psikologi. Hal ini tentu saja sangat merugikan mahasiswa yang bersangkutan mengingat bahwa skripsi merupakan tahap paling akhir dan paling menentukan dalam mencapai gelar sarjana. Selain itu usaha dan kerja keras yang telah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya menjadi sia-sia jika mahasiswa gagal menyelesaikan skripsi. Pertanyaan kita kemudian adalah bagaimana menyiasati hal tersebut sehingga para mahasiswa ini dapat segera mulai menulis, tidak kehilangan motivasi dan segera dapat menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya.
|
|
Last Updated on Monday, 28 December 2009 08:58 |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
|
Page 3 of 6 |